Ghuroba

GHUROBA, demikian judul Nasyid yang senantiasa selalu mengngatkanku masa SMA dulu, nasyid penuh semangat  Berikut lirik nasyid ghuraba, nasyid yang selalu membuat hati tergetar dan rindu dengan suasana keislaman yang kental dengan perjuangan.

.................

Laisal gharibu huwalladzi faraqad diyara wadda’al aan
Walakinnal ghariba huwalladzi yajiddu wan naasu min haulihi yal’abun
Wa yash-hu wan naasu min haulihi yanaamun
Wa yasluku darbal khairi wan naasu fii dhalalihim yatakhaththathun
Wa shadaqasy syaa’iru idz yaquul:
Qaala lii shahiibun araaka ghariiba
Baina haadzal anaami duuna khaliili
Qultu, kalla! Balil anaamu ghariibun, ana fii ‘aalami wa haadzihi sabiilii
Haadza huwal ghariib: Ghariibun ‘indal ‘aabitsiina minal basyar
Walakinnahu ‘inda rabbih, fii maqaamin kariim

Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah dari negeri mereka dan mengucapkan selamat tinggal sekarang
Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekelilingnya asyik bermain-main
Dan tetap terbangun ketika manusia disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya
Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatannya tenggelam
tanpa arah

Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia berkata
Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu sebagai orang asing’
Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman dekat
Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku
Inilah orang asing itu
Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia
Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat yang mulia

Ghurabaa`, ghurabaa`,
ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`,
ghurabaaa` ghurabaa`

Ghurabaa` wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa` war tadhainaa haa syi’aaran lil hayaah
Ghurabaa` wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa` war tadhainaa haa syi’aaran lil hayaah

Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa` sebagai syi’ar dalam kehidupan
Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa` sebagai syi’ar dalam kehidupan

In tasal ‘anna fa inna laa nubaali bith-thughaat
Nahnu jundullaahi dauman darbunaa darbul-ubaa
In tasal ‘anna fa inna laa nubaali bith-thughaat
Nahnu jundullaahi dauman darbunaa darbul-ubaa

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khuluud
Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khuluud
Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadiid
Ghurabaa` hakadzal ahraaru fii dunyal ‘abiid
Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadiid
Ghurabaa` hakadzal ahraaru fii dunya-al ‘abiid

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina

Kam tadzaakarnaa zamaanan yauma kunna su’adaa`
Bi kitaabillaahi natluu-hu shabaahan wa masaa`
Kam tadzaakarnaa zamaanan yauma kunna su’adaa`
Bi kitaabillaahi natluu-hu shabaahan wa masaa`

Betapa sering saat kita mengenang hari-hari bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan di sore hari
Betapa sering saat kita mengenang hari-hari bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan di sore hari

Qaala Rasulullahi Shallallaahu ‘alaihi was Sallam
Bada-al Islamu ghariiban wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a
Fathuuba lil ghurabaa`

Bersabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi was Sallam
Islam itu bermula dari asing, dan akan kembali asing seperti mulanya
Maka beruntunglah orang-orang yang asing

*********************************************



KETULUSAN SEORANG IBU

 

 

Kala itu  embun pagi senantiasa menyapa hari yang cerah , Ku tuangkan beberapa untaian kata yang memberi motivasi kepadaku untuk tetap ingat kepada sosok yng kini telah pergi. Inilah yang ku tulis, yang ku adaptasikan dari sebuah buku motivasi dan tulisan seorang Guru.

 ............. 

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempat tinggalnya. Kemudian keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyai kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, ” saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus , sedangkan harga bunga itu seribu rupiah.”

 

Pria itu tersenyum dan berkata, ” ayo ikut, aku akan membelikannmu bunga yang kau mau.” Kemdian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk di kiirimkan ke ibunya.

 

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang kerumahnya. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, ” Ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saaya?”

 

Kemudian mereka berdua menuju ketemapat yang ditunjukan oleh si gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setelah sampai ketujuan gadis kecil itu meletakkan bunga di atas pemakaman yang masih basah.

 

Melihat hal ini hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko tadi dan membatalakan pengirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang di pesannya dan mengantarkan sendiri bunga untuk ibunya.

 

Apa yang ada dalam pikiran Anda setelah membaca kalimat demi kalimat di atas, pastilah sama dengan apa yang ada dalam pikiran saya setelah saya menulis kalimat tersebut., yakni ingat akan satu sosok malaikat yang di kirimkan Allah untuk menjaga , melindungi dan mengasihi kita. Bahkan memberi nyanyian penghibur, tersenyum untuk kita setiap saat, dan kita akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”.

 

, memberi sebagian dirinya dikala kita haus, mengajarkan do’a agar kita dekat denganNya. Dialah sosok tua yang tak kenal lelah, tanpa pamrih tanpa memberi catatan harga apapun yang di lakukan untuk kita. Mari kita coba untuk kembali mengingat apa yang di korbankan untuk kita.

 Renungilah ......., ingatlah wajahnya .............. sapalah namanya dalam do’a walau ia tidak di depan kita.

 

 Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ...

 sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

 Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..

 sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

 Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ...

 sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

 Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

 Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai ke supermarket ... sebagai balasannya ... kamu keluar mobil tanpa memberi salam

 Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya … sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode

 Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...

 sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

 

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

 

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu

 ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta

 diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

 

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih. Pingin tau urusan anak muda.“

 

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..

 sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 200 km.

 

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu .....

 sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda.“

 

Waktu kamu sudah jadi PEGAWAI, dia menelponmu untuk di antar ke acara syukuran salah satu saudara dekatmu ...

 sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,

 Banyak kerjaan kantor“

 

Waktu kamu berumur 35 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ...

 sebagai balasannya ...

 kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

 dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ...

 dan tiba-tiba kamu  teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam

 

HATIMU bagaikan pukulan GODAM

 

MAKA ..

 

JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

 

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA.. INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

 

Kala waktu mulai mendesak…

 

Kututup tulisanku

 Kuuntai kata-kata.dalam kenangan

 Kutemukan jawabannya…….

 

KETULUSAN SEORANG IBU 

 ...........

 

Kupersembahkan buat ketiga Anakku Tercinta.

 

Sayangilah Ummi, sebagaimana Ummi telah menyayangi kalian.

 

Buat Ummi TERIMAKSIH, kau sosok IBU idaman tak sedetikpun kau palingkan perhatian dari Anak-anak. Kau singkirkan kesibukkan demi perhatian penuh pada anak tercinta.

TERIMAKSIH YA ROBBI KAU TELAH BERIKAN SEORANG IBU YANG PENUH KASIH SAYANG YANG KINI TELAH PERGI

DAN KINI KAU HADIRKAN SEORANG ISTRI YANG BAIK DAN KELUARGA YANG PENUH KASIH SAYANG.